Waktu Maghrib Di Saat Bersinggah Ke Suatu Mesjid Di Kota Medan

Waktu Maghrib Saat Bersinggah ke Sebuah Mesjid di Kota Medan - Waktu maghrib pun nyaris tiba, ane bergegas untuk singgah ke suatu mesjid di Kota Medan. Tentu tidak lain yakni untuk melakukan keharusan selaku muslim.

Waktu Maghrib Saat Bersinggah ke Sebuah Mesjid di Kota Medan Waktu Maghrib Saat Bersinggah ke Sebuah Mesjid di Kota Medan


Menjadi seorang muslim, pasti tidak lepas dari sholat lima waktu setiap harinya. Tak pandang apapun acara kita, di saat sibuk maupun tidak, kita diwajibkan melakasanakan sholat. Tak terkecuali sholat maghrib.

Bekerja di suatu kota, pasti tidak lepas dari yg namanya suatu perjalanan. Perjalanan yang hendak senantiasa mengajarkan kita arti kehidupan sesungguhnya.

Dalam perjalanan, kita banyak dapatkan karakter-karakter setiap insan dalam mengendarai suatu kendaraan. Tentu ini sungguh-sungguh memamerkan kita suatu ikhtiar mudah-mudahan kita terus dalam berguru dari pengalaman yang kita dapatkan.

Mulai dari perilaku bersabar, bijaksana, dan perilaku yang lain yang sungguh-sungguh menjadi modal bermanfaat bagi diri kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Waktu maghrib memamerkan kita pelajaran bahwa yang terang, gak selamanya terang. Ada kalanya berganti menjadi gelap dengan pemberian cahaya semesta maupun bikinan insan yg menolong memamerkan cahaya yg menghiasi dunia sekeliling kita.

Berawal dari persinggahan ke suatu mesjid, ada kisah menawan yang mungkin sanggup kita ambil ibrahnya. Waktu itu sehabis tamat melakukan ibadah sholat, ane duduk di pinggiran mesjid sambil mau memakai sepatu. Tak usang kemudian, ada seorang perjaka yang tiba menghampiri ane dan bersalaman layaknya seorang muslim.

Padahal ane dan dia itu tidak kenal sama sekali. Dia menyodorkan maksud dan maksudnya melalui kata-kata yg diucapkan pada malam itu. Inti dari pembicaraannya waktu itu ya mau minta duit untuk bekal biaya pulang sehabis sepanjang hari dia mencari kerja di tengah padatnya Kota Medan.

Ane mulai panjang lebar berdiskusi dengan perjaka itu sambil meyakinkan diri apakah dia sungguh-sungguh dalam kesulitan atau cuma modus. Tau sendiri lah yakan, Sob. Sekarang masih banyak juga orang-orang yang suka modus, walau banyak juga sih yang serius.

Akhirnya ane sarankan mudah-mudahan dia menjumpai BKM di mesjid itu untuk mengutarakan maksud dan tujuannya. Sembari saya sarankan, dia agak takut ternyata menjumpai BKM.

Kenapa ane sarankan ke BKM? Karena ane faham jikalau dana yang ada di mesjid itu berasal dari ummat dan kembali juga ke ummat. Tentu ini fungsi utama dari BKM itu sendiri.

Dari pada menanti waktu lama, ane pribadi menemani dia mudah-mudahan menjumpai BKM. Percakapan pun mulai terjadi. Beliau agaknya terlihat aib untuk mulai mengatakan dahulu. Ane pribadi ambil inisiatif untuk mulai obrolan dengan BKM tersebut.

Percakapan pun mulai terjadi, usang kelamaan, perjaka tersebut juga mulai memberanikan diri mengutarakan tujuaannya untuk minta biaya pulang sambil agak malu-malu. BKM pun menyambut kami dengan positif dan sarat dengan hangat.

BKM juga tidak pikir panjang untuk memberi dia biaya pulang sambil menasihati perjaka itu agar lebih dipikirkan panjang jikalau mau keluar jauh dari rumah. Alhamdulillah biaya pun diterima perjaka tersebut dengan rasa berterima kasih.

Akhirnya kami menegaskan untuk pamit izin dan berterima kasih dengan BKM tersebut untuk meninggalkan tempat.

Ada catatan penting yang sanggup dijadikan ibrah dari dongeng di atas:

1. Bijaksana

Tentu berkenalan pribadi dengan orang yang gres kita kenal tidak senantiasa menghasilkan kita lebih percaya kepadanya. Ada kala kita mesti bersikap bijaksana dalam menghadapinya.

Sebagai teladan kisah di atas, ane mulanya menanyakan beberapa pertanyaan ke perjaka itu dan menyarankan untuk pribadi temui BKM setempat. Tentu ini yakni langkah yang lebih kondusif mudah-mudahan kita senantiasa lebih bijaksana dalam menghadapi suasana menyerupai apapun.

2. Peduli

Sebagai seorang muslim, pasti kepedulian dengan terhadap setiap insan memang menjadi tolak ukur kita selaku insan tak terkecuali sesama muslim. Apakah kita sungguh-sungguh memiliki kepedulian yang tinggi atau tidak.

3. Rencana Matang

Pastinya di kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari yang namanya kegiatan-kegiatan. Baik itu acara berkala maupun yang tidak rutin.

Rencana yang masak memang mesti kita pertimbangkan sungguh-sungguh mudah-mudahan kiranya acara kita berlangsung dengan baik dan lancar. Seperti kisah perjaka di atas di saat bermaksud ingin melamar kerjaan di tengah padatnya kota.

Beliau menenteng bekal 10 ribu dari rumah untuk modal dia mencari pekerjaan. Tentu ini sungguh tidak efektif di samping tengah naik-naiknya ekonomi bertahun-tahun belakangan ini. Semoga kita semua sungguh-sungguh menyiapkan sesuatu dengan matang mudah-mudahan tidak mengambil langkah yang salah.

Demikianlah postingan ane wacana Waktu Maghrib Saat Bersinggah ke Sebuah Mesjid di Kota Medan. Jangan segan-segan untuk memberi komentar. Pastinya untuk membangun dan terus belajar. Semoga berfaedah ya, Sob.

Posting Komentar

0 Komentar